Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Puasa Muharram 2020: Inilah Jadwal, Hukum dan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Puasa Muharram 2020

Puasa muharram 2020 yaitu Puasa tasua dan Asyura yang bertepatan dengan Jumat, 28 Agustus 2020 sedangkan puasa Asyura (10 Muharam) pada Sabtu, 29 Agustus 2020, termasuk amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharam. Kedua puasa ini hukumnya sunah.

Puasa tasua dan Asyura sifatnya sunah, yang maknanya, dianjurkan untuk dikerjakan seorang muslim demi mendapatkan keutamaan, tetapi jika tidak dilakukan, tidak apa-apa.

Sebelum datangnya Islam, kaum Quraisy sudah terbiasa melakukan puasa Asyura, yang sesuai namanya (kesepuluh), dikerjakan pada 10 Muharam. Ketika Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah, kemudian menyaksikan kaum Yahudi setempat juga mengerjakan puasa pada hari tersebut.

Ketika ditanyai oleh Rasulullah, mengapa kaum Yahudi Madinah berpuasa, mereka menjawab, "Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israel dari musuh-musuh mereka, Musa berpuasa pada hari ini."

Kaum Yahudi tersebut merujuk pada tradisi turun-temurun, bahwa Nabi Musa mengungkapkan syukur kepada Allah yang membimbing Bani Israel dari kungkungan Firaun Mesir melalui beliau dengan jalan menyeberangi Laut Merah. Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut. Mendengar jawaban ini, Nabi Muhammad saw. bersabda, "aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.

Beliau lantas berpuasa dan memerintahkan umat Islam juga berpuasa pada hari Asyura. Ajakan puasa Asyura ini berlaku sejak tahun ke-2 Hijriah.

Dalam hadis yang diiriwayatkan dari jalur Aisyah, disebutkan, "Rasulullah saw. memerintahkan berpuasa pada hari Asyura. Dan ketika puasa Ramadan diwajibkan, siapa yang ingin (berpuasa pada hari Asyura) ia boleh berpuasa dan siapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka" (H.R. Bukhari).

Terkait puasa Tasua, Nabi tidak sempat mengerjakan puasa tersebut karena sudah berpulang pada 8 Juni 632 M (12 Rabiul Awwal 11 H). Meskipun demikian, beliau sudah menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada 9 Muharam. Tasua sendiri artinya kesembilan.

Diriwayatkan dari jalur Abdullah bin Abbas, Rasulullah berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk turut berpuasa. Suatu ketika, mereka berkata, "Ya Rasulullah, ini hari yang dimuliakan oleh orang Yahudi dan Nasrani".

Mendengar jawaban tersebut, Nabi berkata, "Jika aku masih hidup hingga tahun depan, insyaAllah, kita akan berpuasa pada hari kesembilan juga". Namun, Rasulullah meninggal sebelum tahun berikutnya tiba (H.R Muslim 1916).

Terkait keutamaan puasa sunah pada bulan Muharam, puasa tasua dan Asyura disebut sebagai puasa yang paling utama setelah puasa pada bulan Ramadan, yang hukumnya wajib. Diriwayat dari jalur Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, "Puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yakni Muharam. Sementara salat paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam".

Selain mengerjakan puasa pada tanggal 9 dan 10, umat Islam juga dapat melakukan amalan-amalan sunah lain selama Muharam. Di antaranya adalah salat sunah, bersedekah pada hari Asyura, membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali, dan beberapa amalan lain.
Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Menjalankan ibadah puasa Tasu'a dan Asyura pada tanggal 9-10 Muharram perlu didahului dengan niat. Berikut adalah lafal niat puasa Tasua dan puasa Asyura dalam bahasa Arab, yang bisa dibaca pada malam hari atau sebelum terbitnya fajar.

Bacaan Niat Puasa Tasua

"Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala."
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT."

Bacaan Niat Puasa Asyura

"Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala."
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura pada Siang Hari

Seperti ibadah puasa sunah yang lain, mengucapkan niat puasa Tasu'a dan Asyura bisa dilakukan ketika fajar sudah terbit atau saat hari sudah siang. Dengan catatan, yang mengerjakan puasa belum melakukan beberapa perkara yang dapat membatalkan, misalnya makan dan minum.

Jika niat puasa Tasua dan puasa Asyura tersebut diucapkan setelah terbitnya fajar, maka lafalnya adalah sebagai berikut.

Puasa Tasua

"Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala."
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu’a pada hari ini karena Allah SWT."

Puasa Asyura

"Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala."
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura pada hari ini karena Allah SWT."

Akhir Kata

Demikian lah Jadwal, Hukum dan Niat Puasa Muharram pada Tahun 2020 ini, semoga kita bisa melakukan puasa tasua dan asyura walaupun hukumnya sunah untuk mendapatkan keutamaan bulan muharram, tetapi jika tidak dilakukan, tidak apa-apa. selalu jaga stamina dan kondisi serta aktivitas anda semoga diberikan kesehatan selalu.

Post a Comment for "Puasa Muharram 2020: Inilah Jadwal, Hukum dan Niat Puasa Tasua dan Asyura"